3.1 Prosedur Kerja
3.2.1 Pembuatan Screen (Alat Cetak)
a. Membuat kerangka cetakan/screen dari kayu berukuran 2 meter sebanyak 2 buah dengan ukuran 38 x 26 cm.
b. Salah satu cetakan/screen dibiarkan menyerupai bingkai, sedangkan screen yang satunya dilapisi dengan kawat kasa yang ditempelkan dengan paku. Kawat kasa yang menempel pada bingkai harus tegang dan rata.
3.2.2 Pembuatan Pewarna Alami untuk Pewarnaan Kertas Daur Ulang
Ada tiga bahan alami yang digunakan untuk mewarnai kertas daur ulang antara lain:
a. Kunyit; dikupas kemudian dicuci bersih, setelah itu diblender dan disaring dengan menggunakan kain. Kunyit ini akan menghasilkan warna kuning.
b. Daun jati; dicuci bersih, diblender dan disaring dengan menggunakan kain. Daun jati ini akan menghasilkan warna merah.
c. Daun Suji, dicuci bersih, setelah itu di blenderdan disaring dengan menggunakan kain. Daun suji akan menghasilkan warna hijau.
3.2.3 Pembuatan Daur Ulang Kertas
a. Kertas koran dan majalah digunting kecil-kecil.
b. Merebus air sampai mendidih kemudian dituangkan ke dalam kertas koran dan majalah yang telah digunting kecil-kecil untuk menghilangkan tinta dan serat-serat kertas agar menjadi lunak.
c. Kertas koran yang dituang air mendidih tersebut didiamkan hingga 4 hari sedangkan kertas majalah selama 7 hari, perendamannya lebih lama karena kertas majalah mengandung lapisan plastik. Banyaknya air harus melebihi kertas koran dan majalah yang digunting kecil-kecil agar kertas dapat terendam semuanya. Perbandingannya 1 kg koran : 10 liter air dan 1 kg majalah : 9 liter air. Air harus diganti setiap hari untuk menghilangkan tinta yang tersisa dan agar kertas rendaman tidak berbau. Jika diinginkan kertas daur ulang yang berbau wangi, maka dapat ditambahkan cairan pewangi pakaian sebanyak 1 sachet.
d. Selanjutnya, kertas hasil perendaman diangkat dari air rendaman, diperas dan dihancurkan dengan menggunakan blender. Dengan perbandingan, 2 centong kertas hasil perendaman : 450 ml air. Kertas hasil perendaman tersebut diblender selama 1 menit dan setiap 30 detik blender dihentikan untuk mendapatkan hasil yang lebih halus. Penghancuran dilakukan hingga kertas menjadi bubur kertas. Bubur kertas yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam baskom.
e. Setelah kertas menjadi bubur kertas yang halus, kemudian bubur kertas tersebut diberi lem dengan perbandingan 1 centong lem : 10 centong bubur kertas. Kemudian diaduk agar lem tercampur rata dalam bubur kertas.
f. Jika diinginkan kertas daur ulang yang berwarna, maka tambahkan pewarna alami sesuai dengan warna yang diinginkan ke dalam bubur kertas.
g. Masukkan screen dengan posisi horizontal dalam ember berisi air dengan bagian screen yang luar diletakkan di atas, kemudian letakkan bingkai di atas screen. Screen diletakkan di permukaan air.
h. Setelah itu, letakkan bubur kertas di atas screen sebanyak 3 centong (kira-kira 1 centong = 100 gram, kemudian ratakan dengan menggunakan tangan dan screen digoyang-goyang di atas permukaan air hingga diperoleh bubur kertas yang rata ketebalannya dan selebar screen.
i. Angkat bingkai kemudian letakkan kain katun yang telah dilapisi papan kayu/triplek ke atas screen. Balik screen dengan hati-hati.
j. Serap air pada screen dengan menggunakan busa/spons kering dan ratakan permukaan bubur kertas dengan tripleks.
k. Angin-anginkan bubur kertas sampai kering dengan meletakkannya di tempat yang tidak terkena matahari secara langsung agar kertas yang dihasilkan tidak retak.
l. Setelah kering, lepaskan kertas dari kain katun dan kertas daur ulang siap untuk digunakan.


